Smua baik
smua baik
apa yang tlah Kau perbuat di dalam hidupku
smua baik sungguh teramat baik
Kau jadikan hidupku berarti...
Saat kita nyanyi lagu ini dalam kondisi baik-baik saja, mungkin sangat mudah kita lantunkan lirik lagu ini. Tapi saat kondisi kita tidak baik, apakah kita masih dengan mudah menyanyikan lagu ini?
Hal ini yang saya alami seminggu yang lalu. Ketika kondisi cape, kerjaan menumpuk, banyak masalah yang terjadi, smua orang meninggalkan saya, pikiran jadi tidak menentu, saya mencoba menyanyikan lagu ini dalam saat teduh saya bersama Tuhan di pagi hari. Yang ada berat banget rasanya..........
Namun saya mencoba terus melawan pikiran saya untuk terus berkata bahwa Tuhan baik, saya bersyukur buat smua yang terjadi lewat lagu ini. Lama-lama saya bisa masuk dalam hadirat Tuhan, dan saya menikmati kelegaan dari Tuhan.
Bersyukur, sebuah kalimat yang mudah kita ucapkan, namun apakah hati kita sama dengan bibir kita tentang ucapan syukur ini? Ada orang yang berkata bersyukur sangat mudah diucapkan apabila kita sedang mengalami berkat yang banyak, hal-hal yang gembira, tapi bagaimana bila sebaliknya terjadi apakah kita juga bisa bersyukur?
BISA!!!
Hal inilah yang saya rasakan pada saat teduh saya beberapa hari yang lalu itu. Saya mencoba untuk bersyukur walaupun dengan pikiran yang berat. Akhirnya justru saya mendapat semangat yang baru, sukacita yang baru, berkat yang baru, kasih karunia yang baru mengalir saat kata syukur kita ucapkan dengan hati yang tulus.
Ternyata bersyukur adalah sebuah KEPUTUSAN DAN PILIHAN kita. Jadi bersyukur bukan masalah bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau?
Mari ambil keputusan untuk bersyukur setiap hari kepada Tuhan untuk segala yang Tuhan sudah beri.