Rabu, 22 April 2015

Created with Love

Berawal dari berangkatnya mama saya ke negeri Paman Sam selama 1,5 thn, mau ngga mau saya mulai memasak di rumah. Dari mulai masak sayur yang tumis2 doang/ yang gampang-gampang sampai menggunakan bumbu2 yang ngejelimet dan bikin waktu lama untuk buat sayur tersebut jadi, smua saya mulai jalanin. Lama2 kepincut juga hati saya dengan dunia masak-memasak ini. Saya mulai demen nonton AFC (program masak di indovision) sampai nyari2 resep masakan di inet. Memasak, tidak semudah yang saya bayangkan, kelamaan dikit terjadilah overcook, masak kecepetan, daging masih keras, garam kebanyakan jadi asin, garam kedikitan jadi tawar...alhasil saya mulai menghargai setiap masakan yang dibuat orang, karena saya tau perjuangan mereka untuk membuat masakan tersebut...ternyata tidak mudah. Satu hal juga yang terpenting dalam dunia memasak yang saya pelajari, bahwa ketika kita memasak dengan kasih, hasilnya akan beda dengan ketika kita memasak dengan asal jadi. Waktu saya mengetahui prinsip ini, saya mulai belajar memasak dengan kasih, apapun yang saya sajikan, saya berusaha yang terbaik, tidak ngomel2 waktu mengerjakan, mempelajari tips2 memasak, tidak asal jadi, memasak dengan hati (berusaha dengan takaran yang pas), walaupun kadang hasil akhir tidak sebagus yang saya harapkan. Kadang2 saya harus mencari-cari resep dulu di inet untuk memastikan bumbu2 yang akan saya pakai dalam masakan yang akan saya buat. Ternyata dalam membuat suatu masakan diperlukan passion dari seorang pembuat makanan agar tercipta makanan yang enak dan lezat. Semua orang bisa memasak, tapi tidak semua orang bisa menciptakan masakan yang enak. Saya jadi teringat Firman Tuhan dalam Mazmur 139:13-16, "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya." Ketika Tuhan menciptakan saya, Ia membentuk saya dengan kasihNya yang luar biasa. MataNya selalu mengawasi ketika saya bakal anak, sehingga tidak pernah sedetikpun luput dari pandanganNya, oleh sebab itu saya menjadi pribadi yang utuh karena Dia yang menciptakan saya dengan segala kasihNya. Dia tidak asal mencipta, tidak ngomel2 waktu saya dibentuk, Dia membuat takaran yang pas untuk saya, bahkan Dia sudah memikirkan hari2 yang akan saya lewati sebelum semuanya itu ada...wow luar biasa....He created with Love