Rabu, 07 Juli 2010

Arti Persahabatan

Tadi pagi, aku merenungkan Firman Tuhan sambil baca buku P' Xavier tentang Arti Persahabatan. Hmmm...sangat bermanfaat untuk koreksi diri.

"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yoh 15:13)
Dalam buku P' Xavier ada cerita singkat yang sangat bermakna: Disebuah panti asuhan, seorang bocah perempuan mengalami kecelakaan sehingga membutuhkan transfusi darah. Pihak panti mencoba mencarikan darah dengan golongan yg sama dgn gadis kecil itu, tapi gagal. Namun ada seorang bocah yg bersedia darahnya utk diambil. Dokter segera mengambil sample darahnya, setelah dicek ternyata cocok. Segera persiapan transfusi dilakukan. Akhirnya transfusi selesai. Selama proses itu, dokter melihat wajah bocah laki-laki itu pucat pasi.
"Apakah saya akan mati?" tanyanya kepada dokter itu.
Dokter itu mengerti kini, mengapa selama proses transfusi darah berlangsung bocah itu pucat pasi. Dia mengira bahwa memberikan darahnya itu berarti akan mencabut nyawanya. Luar biasa bukan? Meskipun ia tahu -walaupun salah- bahwa ia akan mati, dia masih mau mendonorkan darah untuk sahabatnya.
"Jika engkau mengira engkau akan mati, mengapa engkau masih mau menyumbangkan darahmu?" tanya dokter itu.
Dengan wajah polos dan mata bersinar-sinar bocah itu berkata, "Dia kan sahabat saya. Saya mau menolongnya!"

Membaca cerita di atas, aku jadi teringat wkt kecil dulu ketika SD, kami mempunyai 4 sahabat yang sangat dekat. Satu kali ketika istirahat kami berempat jajan siomay. Salah satu temanku, memecahkan piring siomay tersebut, dan ia harus mengganti piring tersebut. Karena kami masih anak-anak SD, jadi uang jajanan kami tidak banyak. Tapi karena kami sahabat erat, maka kami mengumpulkan uang jajan kami dan memberikannya ke abang siomay sebagai ganti piringnya yg pecah...hiks ;(

Namun begitulah arti persahabatan bagi anak-anak,begitu tulus, kami rela melepas uang jajan kami demi sahabat kami. Wow....it's great!! Tapi gimana dgn kita setelah dewasa? Masih adakah persahabatan yg tulus? Tidak mencari kepentingan sendiri, peduli dgn teman....??....hmmmm susah dijawab...... :(

Thx God untuk FirmanMu hari ini,
Yo kita baca lagi: Amsal 17:17
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

1 komentar:

  1. wuuiihhh...
    keren tulisannya yg ini...
    thanks udah remind me... ^^
    tp mmg gak mudah yaa mjd sahabat sejati itu...
    hehehe...

    BalasHapus