Jumat, 16 Juli 2010

Jangan Resahkan Orang Lain Dengan Penampilanmu

Hanya sekedar sharing dalam blogku ini, ada baiknya juga kita merenungkan dari tulisan berikut ini, yg aku ambil dari majalah Rajawali Okt 2005, penulisnya Oscar Lawalata, design mode terkenal di Indonesia. Tulisan ini sangat bermanfaat.

"Zaman sekarang ini, kalau kita lihat anak-anak muda, kalau ke gereja pakaiannya wah pokoknya macem-macem deh. Mulai dari corak, mode, gaya dan pokoknya seru deh...
Belum lagi kalau bicara soal sepatu dan asesoris lainnya. Menurut gue (Oscar) itu sah2 saja, sejauh tidak membuat orang lain resah en gerah. Dan untuk yang bersangkutan sendiri motivasinya ke gereja bukan untuk pamer tapi benar2 bersekutu dengan Tuhan bersama orang lain.

Trus soal baju? Menurut gue, itu seh pribadi sifatnya. Maksudnya tiap pribadi membuat patokannya sendiri2. Setiap orang bijaksana bisa membedakan mana baju yg akan dipakai ke pesta, ke tempat wisata, ke mal dan ke gereja. Sekali lagi khususnya gereja. Mengapa? Menurut gue, karena gereja itu adalah tempat yang eksklusif banget dan khusus. Dan kita percaya maksud ke gereja kan untuk menghadap Tuhan, jadi nggak seperti ke mal misalnya. Kalau elo pergi ke mal dengan baju model buka-bukaan, so pasti nggak ada yang terganggu, karena disana, orang-orang pakaiannya kayak gituan. Tapi ke gereja? Apakah pakaian macam begitu pantas? Pasti buat seluruh jemaat resah. Sekali lagi ini dikembalikan lagi pada kesadaran dan hikmat kita2 juga.
Kalo gue sendiri seh ga setuju2 banget dengan konsep baju ke gereja khusus yang seolah2 "disucikan" gitu. Kalo jaman dulu mungkin itu ada. Tapi kalo gue pengertian baju ke gereja ya itu tadi, baju yg sopan dan nggak bikin orang lain resah, sewot en terganggu konsentrasinya dalam mengikuti ibadah.
Nah lo, pasti nanya ukuran sopan itu yg bgm?
Sopan dalam ukuran standar ketimuran kan ada. Misalnya, ya yg nggak buka-bukaan yg berlebihan sampai jeroaannya kelihatan, itu dalah satunya. Trus ada juga yg pake sandal jepit dan jins belel yg sobek2, menurut gue, itu masuk kategori nggak sopan untuk dipakai ke gereja.
Patokan ideal dalam urusan baju gereja ini, menurut gue sih memang nggak ada. Dan seharusnya nggak ada, karena gue yakin, Tuhan memang hanya melihat hati kita. Tapi, tadi awal gue bilang kudunya kita kasih yang terbaik untuk Tuhan. Tapi yg terbaik itu, jangan dikonotasikan mahal loh. Yang terbaik menurut gue antara lain rapi, bersih dan proposional. Maksud gue proposional, kitanya juga jangan mentang2 ingin sopan, masuk gereja di kampung aja kudu pake jas. Ini yg nggak proposional. Karena itu, kalau ada kawan yg minta gue bikinin baju untuk natalan, gue bilang jangan modelnya yg kelewat aneh2 dan harus sesuai sikon.
Jadi disini sebetulnya intinya, kalau kita ke gereja dan kita membuat orang lain merasa resah dan melotot melihat penampilan kita, pakaian kita, inilah yg salah.
Kita kan ke gereja untuk mencari damai sejahtera, kalau kita sdh bikin orang lain resah, gue pikir, kitanya sudah jadi batu sandungan.
Tapi memang sih ada pengecualian, misalnya kamu hadir dalam ibadah yg semuanya anak muda, atau ibadah padang, itu lain urusan. Yg aneh2 dikit bolehlah. Pokoknya fleksibel ko, yg penting nggak berlebihan lah. Tapi yg mesti diingat adalah kita jangan bikin orang laen tidak sejahtera. Kuncinya, janganlah kita menjadi batu sandungan dengan apa yg kita pakai."

Oks.....gut bgt tulisannya Oscar....

2 komentar:

  1. hehehehe.. boljug tulisannya..
    but mang sedih kalo melihat kondisi jaman skrg... hehehe...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus